Wisuda Perdana STKIP Surya

GURU: SANG MOTIVATOR, FASILITATOR, DAN INSPIRATOR

(22/08) Sejumlah 44 (empat puluh empat) orang sarjana pendidikan baru yang berasal dari daerah-daerah pedalaman Indonesia diwisuda hari ini. Mereka adalah para Sarjana Pendidikan baru di bidang matematika dan sains yang telah dididik di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Surya (STKIP Surya). Wisuda hari ini adalah wisuda perdana STKIP Surya sejak berdiri dan memulai kegiatan pendidikan pertamanya pada tahun 2010. Dibutuhkan 5 tahun bagi kami untuk bisa menghasilkan lulusan pertama. Empat puluh empat wisudawan tersebut berasal dari 3 program studi yaitu Pendidikan Matematika (23 orang), Pendidikan Fisika (11 orang) dan Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (10 orang). 
 
 
alt
 
 
Dalam kata sambutan Prof Yohanes menyampaikan “melalui STKIP Surya, Kami berharap penuh jika nantinya para guru baru dapat berperan aktif sebagai motivator, fasilitator dan inspirator dalam dunia pendidikan bagi masyarakat di daerah mereka masing-masing”.  “Guru harus bisa memotivasi anak didiknya agar mereka dapat menggapai cita-cita tertingginya, menjadi fasilitator pembelajaran agar ilmu dapat ditransfer secara gampang, asyik dan menyenangkan, serta menjadi inspirator dan role model bagi anak didik agar mereka dapat terbang tinggi seperti rajawali”. lanjutnya Prof Yohnaes menambahkan “Indonesia sedikitnya memerlukan 30.000 guru yang berkualitas untuk daerah- daerah tertinggal, sehingga pemerataan pendidikan dapat benar- benar tercapai”.
 
Proses wisuda kali ini merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban STKIP Surya kepada masyarakat, khususnya masyarakat di beberapa daerah, yang telah mempercayakan putra-putrinya untuk dididik di lembaga ini. Seluruh wisudawan kali ini berasal dari daerah tertinggal, yakni Kab. Kupang, Kab. Yahukimo, Kab. Jayawijaya, Kab.Tolikara, Kab.Puncak Jaya, Kab.Pegunungan Bintang, Kab.Membramo Tengah, Kab. Kepulauan Yapen.
 
Guru yang baik adalah guru yang memiliki kompetensi, yang ditandai dengan pengetahuan yang mendalam terhadap mata pelajaran yang diajarkan, menguasai pedagogi umum maupun pedagogi khusus (content pedagogy), dan keterampilan dalam mengelola pembelajaran. Terkait dengan ini, dipelopori oleh Prof Yohanes Surya,  STKIP Surya secara serius mengembangkan metode pembelajaran yang disebut GASING (Gampang Asyik dan Menyenangkan), yaitu sebuah metode pembelajaran yang memperhatikan kebutuhan subyek belajar, sehingga matematika dan sains dapat dipelajari secara gampang, asyik dan menyenangkan. Seluruh mahasiswa kami bekali dengan kemampuan ini, melalui berbagai kegiatan akademik. Di samping itu, metode inipun telah didiseminasi melalui ratusan pelatihan yang langsung ditujukan ke masyarakat. Dengan misi yang sudah disebut tadi, saat ini STKIP Surya mendapatkan dukungan dari banyak pemerintah daerah, terutama dari daerah tertinggal. Hingga awal tahun ajaran 2015, STKIP memiliki 700 lebih mahasiswa yang berasal dari 26 Kabupaten dari 7 Provinsi yang tengah dididik untuk menjadi guru matematika dan sains. 
 
Globalisasi dengan ciri utamanya keterbukaan akses bagi siapa pun terhadap sumber daya di mana pun, mengharuskan kita berupaya dengan sungguh sungguh membekali putra-putri  dengan keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang memungkinkan mereka terintegrasi dan berperan aktif dalam komunitas global. Kemampuan matematika dan sains diyakini merupakan syarat agar seseorang dapat berkontribusi dalam dunia modern yang ditandai dengan semakin terkuantifikasinya dan terdigitalisasinya hampir semua aspek kehidupan. 
 
Kondisi lain yang juga membutuhkan perhatian kita adalah pemerataan. Daerah yang jauh dari pusat, terutama daerah-daerah tertinggal, memiliki kesempatan yang sangat terbatas untuk mengenyam dan mengakses pendidikan dan fasilitas pendidikan yang berkualitas baik. Kualitas dan kuantitas guru yang baik merupakan salah satu masalah pokok yang dihadapi dari waktu ke waktu. Beberapa terobosan telah dilakukan pemerintah dan masyarakat melalui serangkaian program dan gerakan, seperti program sarjana mendidik di daerah 3T atau lebih dikenal dengan SM-3T, gerakan Indonesia mengajar, dll. Kami yakin, program dan gerakan ini dapat membantu daerah-daerah dalam mengatasi sebagian masalah guru di wilayahnya. 
 
Dalam konteks diatas, STKIP Surya memiliki komitmen yang tinggi  dan ingin berkontribusi dalam rangka memenuhi kebutuhan guru daerah-daerah. STKIP Surya hadir dengan upaya yang lebih progressif yaitu mendidik putra-putri daerah untuk menjadi guru di daerahnya sendiri. Inilah misi utama STKIP Surya, dan itu pulalah sebabnya mengapa seluruh wisudawan kali ini berasal dari daerah-daerah tertinggal.
 
Masih dalam suasana perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 70, kehadiran para guru baru ini kami harapkan dapat menjadi kado indah bagi dunia pendidikan Indonesia, khususnya di daerah timur Indonesia. Dengan demikian, setelah melalui proses berkelanjutan yang dijalani oleh guru-guru sains baru lulusan STKIP Surya yang akan kembali ke daerah masing-masing ini, kualitas pendidikan di daerah-daerah tersebut akan ikut terangkat secara signifikan.
 
 
 
STKIP Surya Web Server System - Powered by FreeBSD - Nginx - NoSQL